Selasa, 05 Februari 2008
Persoenlich liebe ich den Ort, der am Meer ist. Dieser Ort erinnert mich an meine Kindheit, weil ich am Meer aufgewachsen bin. Ich habe mich erinnert als mein Vater und ich am Wochenende zusammen auf einem kleinem Schiff fischten. Das war sehr angenehm. Jetzt bleibt es nur als eine Erinnerung.
Am Meer hier bedeutet nicht wie Bali, Mallorca, Miami oder andere beruehmte Kuesten. Ich moechte gern am Meer gehen, wo es noch natuerlich,wo es Cocosnussbaeume, Fischer, Schiffe und auch Fische gibt. Die Menschen sind noch traditionell, und es gibt einen traditionellen Fischmark. Ich mag Fisch sehr gern.
Wenn jemand mich nach meinem Reiseziel gefragt haette, so haette ich immer geanwortet, Meer.
Heute gehe ich nach Hamburg…………….Ich bin allein. Ich schreibe diesen im Hafen. Die Aussieht ist sehr schoen. Es gibt so viele Leute, die nur etwas kleine sache machen zb. Spazieren gehen, kaffe trinken, etwas guecken usw, weil heute ein schoenes Wochenende ist.
Um 10.42 habe ich dem Zug genommen von Suderburg nach Uelzen. Das war eine Ueberaschung. Ich habe mich mit ihm getroffen. Er moechte auch nach Uelzen fahren. Wir waren zusammen im Zug.
Wir besprachen etwas wichtiges. Aber nur ich spreche. Er spricht nichts. Ich weisst nicht warum. Er hat mir gesagt, dass er kopfschmerzen hat.
Sein Gesicht ist einbischen rot. Vielleicht hat er gestern Abend so viele Bier getrunken.
(im Hafen ).............................
Wenn ich diese Zeilen schreibe, guecken immer die Leute zu mir rueber. Vielleicht denken sie, dass ich einbischen verrueckt bin. DAS IST MIR EGAL!!!
Wahrend der Farht, habe ich jemanden getroffen. Er ist Puerto Rikana. Wir faellen eine Entscheidung um Sprachen zu lernen. Ich lerne ihn English und er lernt mich Spanisch. Das ist eine Tolle Idee.
Das Wetter heute ist sehr schoen. Die Sonne scheint aber es ist einbischen kalt.
Ich trage meinen schwarzen Pullover, der mich sehr hubsch macht. Ich liebe diesen Pullover. Mamush hat mir gesagt, dass dieser Pullover sehr schoen ist. Also trage ich ihn immer.
Vor mir, gibt es so viele Schiffe. Vielleicht 50 Schiffe, mit Flagge, kleine und grosse. Ich moechte gerne 1 oder 2 Zigaretten rauchen, aber ich sehe keine Personnen, die rauchen. Schade.....
So viele Leute aber alle mit ihren Familien. Und ich? Ich bin allein. Immer allein. Es gibt eine Frau, vielleicht agent von Reederei, die immer ruft“Hafen rund Farht!! Hafen rund Farht!! Hafen rund Farht!!“
Vielleicht verkauft sie die Tickets fuer eine Boot Tour (Hafen rundfarht). Ich moechte auch diese Tour probieren, vielleicht macht sie mir Spass.
Ich moechte auch meinen Vater eine sms schicken, aber ich habe mein Guthaben diese Woche schon ueberzogen. Scheisse!!!
Hallo Gabriel, Wie geht es dir. Ich vermisse dich sehr. Es ist mir eine Überaschüng wenn ich über deine Reise nach Argentinien gehört. Warum hast du das gemacht? Wie war deine Stipendium? Kompliziert?Ich habe gehört von Lisandra dass du die komplizierte Problem hast mit deinem Stipendium. Ach es tut mir leid. Aber schade. Du bist sehr potential Personne. Du bist doch dich sehr gut entwickelt.Aber es ist kein Problem. Ich wünsche dir andere Chance zu bekommen, die besser ist.
Wie geht es Bellen? Wann möchtet ihr heiraten?Freundlichen Grüßen von mir für sie.
Vor 3 Woche bin ich in Indonesien gewesen. Das war Toll. Aber nicht genug für mich. Ich möchte mehr lange Zeit in Jakarta sein.
Jetzt bin ich einbischen ruhig sein, weil hier in Deutschland feiern die Leute in ganzem Monat die Weinachsten.Sowieso gibt es nicht so viel Unterricht. Aber trotzdem lerne ich wie immer.
Ich hoffe wir immer weiter die Beziehung haben. Es freue mich mit dir befreund sein. Ich habe über dich zu meiner Tochter, meinem Mann, und meine Kollegen erklärt, als ich in Indonesien war.
Ok. Alles klar. Machst gut! Und bis zum nächste mal.
Mit freundlichen Grüßen
Ita
Angela Blanco
Aku punya teman akrab di sini. Namanya Angela Blanco. Dia orang kolombia. Dia sangat manis. Sangat sederhana tapi aku suka dia. Sopan dan pantas sekali untuk dijadikan sahabat. Dia sangat rasional. Saat ini dia 26 tahun. Masih muda . Tapi aku sama dia seperti sebaya. Aku tidak pernah merasa lebih tua jika dekat dia. Kami benar benar akrab.
Saat dia masih berumur 6 tahun, bapaknya digoda oleh wanita lain. Kemudian bapaknya meninggalkan mereka. Angela tinggal bersama ibunya dan adik perempuannya yang hanya berjarak 1 tahun dari nya.
Ibunya seorang dosen.Hingga saat ini ibunya tidak pernah menikah lagi. Bapaknya mempunyai anak 3 orang laki semua dari istrinya yang baru ini.
Tahun ini tanggal 21 Februari Katalina adiknya angela akan menikah di kolombia. Angela terbang ke kolombia tanggal 16 februari. Aku bisa merasakan bahwa angela bersedih. Dia pernah mengatakan bahwa dia selalu menangis kalau malam hari. Aku yakin dia juga bersedih hati.
Angela mempunyai wajah yang panjang, alisnya tebal, matanya sangat indah, serta hidung yang panjang. Dia punya pacar bernama Alexis. Alexis 29 tahun. Pernah punya pacar sebelum angela dan mempunyai seorang anak perempuan. Angela sangat cinta kepada Alexis.
Tapi sejak angela di jerman alexis tidak melakukan kontak yang rutin kembali. Kami mengambil kesimpulan bahwa alexis punya pacar lain selain angela. Yah laki2 dimana mana sama. Mereka tidak bisa hidup tanpa perempuan.Angela memiliki hati yang baik, aku suka dia. Ya Allah jadikanlah Angela temanku untuk selamanya. Aku suka dia ya Allah. Semua kepribadian yang ada dalam dirinya aku suka. Aku harus melakukan sesuatu untuknya
DESA TANGKAHAN LAGAN
Desa Tangkahan Lagan terletak 82 km dari Medan ke arah Aceh. Aku lahir di desa ini karena orang tuaku bekerja di perusahaan minyak pertamina. Desa ini sangat kecil.Penduduk asli desa ini adalah orang melayu atau kami biasa menyebutnya orang mayye mayye. Kebanyakan mereka bekerja sebagai nelayan tradisional. Maksudnya mencari ikan dengan perahu kecil.aku ingat sekali sewaktu aku kecil hampir setiap pagi ada seorang istri nelayan datang ke rumah. Biasanya mereka selalu datang bersama anaknya yang digendong pakai kain panjang. Mereka biasanya datang untuk menawarkan hasil tangkapan suaminya untuk ditukarkan dengan sekilo gram beras catu.”kak yun.... ini ada udang masih idup2, mau gak? Yah udah tukar dengan beras catu aja”. Beras catu adalah beras jatah dari perusahaan. Setiap bulan kita mendapat beras jatah. Biasanya kualitas beras jatah ini tidak terlalu baik. Kadang beras ini berwarna agak kusam, banyak batunya, pecah-pecah dan kadang banyak kutunya. Mamak sering menukarkan beras ini di pajak dengan beras yang lebih enak.
Biasanya mamak langsung mau jika ada tawaran udang atau ikan segar seperti ini. Kasihan katanya. Aku jarang melihat mamak nolak tawaran yang begini ini.
Kami tinggal di komplek pertamina. Tetapi karena bapakku adalah karyawan biasa maka rumah tempat tinggal kami berada dibagian terluar dari kompleks. Hal ini memberikan keuntungan. Kami banyak bergaul dan melakukan kontak dengan penduduk asli di sana. Ada Pak Icon, Kak Amah,Tukang Ayam, Kak Piah yang rada tomboy,Butet pisang goreng, Ida Bang dongek,Wak Akim, kedai cina siapa yah namanya aku lupa.
PAK ICON
Sekarang aku mau cerita tentang pak icon dulu.
Saat aku kecil pak icon sudah berumur kira kira 45 tahun. Perawakannya kurus tinggi. Agak bungkuk karena kebanyakan marut kelapa, mukanya tirus , panjang sekali.Tulang pipinya sangat menonjol.Matanya juga cekung. Aku pikir dia kelihatan jauh lebih tua dari umurnya yang sebenarnya. Giginya banyak yang ompong. Tidak rata. Gigi dua di depan agak menonjorok keluar. Rambutnya ikal. Matanya juling. Dan salah satunya berwarna keputih-putihan. Mungkin itu katarak. Terkadang aku sering bingung ketika dia mengajak aku untuk berbicara. Aku harus lihat matanya yang mana nih? Dia ramah sama aku. Kalau mamak nyuruh aku beli cabe atau kacang tanah dia selalu senyum ramah. ”Apa lagi kata mamak kau? ”selalu begitu dia tanya.
Dia tinggal tepat di depan rumah kami. Rumahnya sekaligus sebagai kedai sayur. Tiap pagi setelah azan subuh dia dengan keranjang beseknya menunggu bus bulan bintang untuk belanja ke pajak di berandan. Jam 9 pagi biasanya dia sudah kembali dari belanja ke pasar. Di warungnya ibu ibu sudah menunggu dengan tidak sabar. Termasuk kadang kadang mamak. Istrinya dirumah membantu dia sebagi penjual sayur. Istrinya biasa kami panggil Mak Icon. Wajahnya bundar kecil. Bibirnya sangat tipis dan tajam. Matanya agak sipit. Dagunya agak runcing. Tidak tinggi.Selalu pake anting emas besar berukiran bercirikan melayu. Emas 24 karat. Mak icon sangat galak. Mulutnya judes. Kalu ngomong suaranya keras dan melengking. Apalagi kalau manggil anaknya si Icon .”Icoooooonnnnn...” bisa bisa sampe ke kompleks suaranya beredar. Oh ya Mak Icon punya hobi begaduh dengan Eli Kayung. Tetangga bebuyutannya. Maksudku mereka sebenarnya bertetangga dari kakek buyut turun temurun.
Mak Icon punya anak yang namanya Icon. Sebenarnya nama anaknya tersebut kalo gak salah Faisal.Tapi kok bisa jadi icon. Anaknya itu lumpuh. Polio. Jadi bisa nya cuma ngesot ngesot. Gak bisa jalan. Aku rasa anaknya tersebut seumur dengan aku. Atas saran orang orang sekitar untuk memudahkan icon bergaul maka dibuatlah becak kecil untuk icon supaya tidak ngesot lagi.
Suatu malam aku disuruh bapak beli kacang kulit. Makan kacang kulit di bawah pohon mangga adalah tradisi keluarga kami. Sambil ngumpul, ngobrol, makan kacang kulit atau pisang goreng kak amah. Jaman dulu makan pisang goreng kak amah rasanya suatu kemewahan. Aku bilang ke Pak Icon ”Pak I coon..., kata mamak ambil kacang kulit dulu. Ngebon”. Aku lihat Pak Icon sedang memegang daun pisang yang dipincuk dengan lidi. Kerucut daun pisang ada cairan. Aku tanya, ”Apa itu Pak Icon ?” . Aku sangat penasaran. Sambil agak meringis entah karena sakit atau kepedasan Pak Icon bilang ”ini gigiku sakit. Aku kasih cabe. Ini coba kau lihat ulat – ulat gigiku pada keluar.” Sampe sekarang umurku hampir 33 tahun aku memikirkan hal itu. Benar atau tidak ya. Masak bisa gigi ada ulatnya?Tapi terus terang aku saat itu sangat percaya. Dan ada rasa puas ketika melihat ulat-ulat itu ngapung di daun pisang itu.
Pak Icon dan Mak Icon punya anak Jupri, Nita, Icon, Nenik, si kembar,dan kalo gak salah yang terakhir masih ada lagi yang saat mak icon hamil barengan dengan anaknya si nita juga hamil.jadi tante dan ponakan lahir hampir berbarengan.
Mak icon kalo jualan sering lebih mahal dari kedai bang dongek dan kak amah. Mereka berkompetisi sebenarnya. Mamak sering stress gara-gara orang-orang kedai ini. Misalnya kalo mamak sudah dari mak icon ke kak amah maka mak icon akan marah-marah. Begitu juga sebaliknya. Maklumlah namanya juga orang kedai.Dan mamak kan konsumen mau cari yang termurah.
Mak icon orang nya jorok. Rumahnya tidak bersih. Bentuk rumahnya persis kayak gerbong kereta api. Lurus panjang ke belakang. Pokoknya persis kayak gerbong. Gak ada model. Disamping rumahnya ada kebun pisang dan tebu juga ubi kayu. Jika mau melewati kebun rumahnya kita harus hati hati karena di situ banyak tahi. Si kembar yang baru berumur 4 tahun saat itu kalo berak gak mau di wc di belakang rumah tapi ya di samping rumah. Mungkin mereka mau menyatu dengan alam.
Semasa kecil aku selalu bergaul dengan anak anak pak icon dan mak icon. Aku kalo mandi sore sama si nita, jupri. Kami keramas di kamar mandi rumahku pake sabun batangan cap gajah atau cap telepon. Aku lupa. Itu sabun jaman dulu. Kami jadi banyak kutunya. Mungkin karena sabun yang dipakai itu. Kadang kadang kalau mamak punya uang belanja sisa bulanan mamak mau beli shampo emeron yang besar itu. Tapi biasanya kalo begitu malah membuat kami tertekan karena setiap mau mandi mamak selalu bilang ”pake shampoo jangan banyak banyak ya”.
Oh ya ada yang aku suka dari jualanan mak icon yaitu kue bohong nya sama manisan mangga. Di tahun tahun terakhir ketika aku masih di sana dia bikin kios rokok kecil di depan kedainya. Di kios itu dia taruh di dalam toples semua manisan mangganya.Ketika pak icon bikin kios tersebut banyak kontroversi yang terjadi dikalangan tetangga sekitar. Si David temenku suatu hari datang tergopoh gopoh ke aku mau bilang berita ini. ”Hei Ita, Pak Icon katanya mau bangun rumah bertingkat, tingkatnya bukan ke atas tapi ke bawah” David memang sableng.
Si Jupri anaknya mak icon dulu suka sekali sama kak pipit. Kak pipit anaknya pak subandi, bude karsiti.Mereka sempat memiliki cinta monyet.tapi bude karsiti suka marah2 kalau tahu.
TUKANG AYAM
Rumah tukang ayam terletak tepat disamping rumah pak icon. Aku gak terlalu punya banyak kontak dengan tukang ayam ini. Yang aku tahu mereka sangat miskin. Itu kata mamakku. Terkadang mereka makan terkadang tidak. Anaknya ada 4 kalo gak salah. Aku kurang ingat betul nama nama mereka. Yang aku tahu anaknya yang laki laki sebaya aku. Kurus perutnya buncit. Dia hitam dan selalu pake baju warna abu abu...aku gak tahu apakah itu warna baju itu yang sebenarnya atau sudah berproses dengan alam.
Kalo pas musim durian maka si tukang ayam berjualan durian pada malam hari di simpang gereja. Simpang gereja adalah persimpangan yang selalu tertutup dengan pintu gerbang. Dimana jalan tersebut ke arah atas menuju gereja di kompleks pertamina. Rumahku adalah rumah kelima dari simpang gereja tersebut. aku sering tidak mengerti mengapa si tukang ayam sangat baik sama aku. Sangat baik. Aku kan masih kecil yah senang senang saja ada orang baik sama aku. Bahkan aku sering memanfaatkan kebaikannya. Misalnya kalo aku mau beli duren di simpang gereja aku pilih duren nya si tukang ayam. Tapi dia nantinya pasti memberikan lebihan duren yang kecil untuk aku. ”Makasih ya wak!” gitu aja aku. sambil kesenengan gak kira kira. Aku gak pernah berpikir bahwa duren yang dia berikan itu mungkin keuntungan yang dia peroleh seharian. Yang penting dapat duren. Aku juga saat itu gak tau mengapa dia dan keluarganya sangat baik kepadaku dan saudara saudaraku.
Suatu hari aku pulang sekolah jam 1 siang. Aku lapar sekali. Aku harus berburu cepat ke meja makan sbelum abangku datang sama temen temennya makan siang. Dia selalu begitu. Selalu bawa temen temennya makan siang dan semua lauk untuk kami sekeluarga habis. Kalau sudah begitu aku terpaksa Cuma manjat pohon jambu di belakang rumah dan duduk di atas pohon sambil makan jambu sejam dua jam sebelum berangkat lagi sekolah madrasah. Kadang kadang aku ambil jambu yang besar besar dan ranum itu barang dua atau tiga . kemudian aku jual ke tante mega . dua jambu harganya 500 perak. Aku dah seneng banget. Itu sama saja dengan uang jajanku sepuluh hari.
Hari itu aku lihat di atas sofa tamu ada pisang ambon besar besar sekali. Buat aku pisang ambon gak terlalu menarik. Tapi biar bagaimanapun melihat ranum ranumnya serta bentuk nya yang sangat mempesona aku tertarik juga. Aku ambil sesisir pisang ambon tersebut dan kubawa ke dapur. Aku ingin tanya mamak dulu ah... gitu pikirku. Aku cari cari mamak gak ada dirumah. Ah paling lagi gosip gosip di rumah kak miah. Aku pikir begitu. Ah gak ada . ternyata mamak lagi di tempat musuh bebuyutannya bude parziah. Mamak nih memang aneh setiap hari nangis ngomel gara gara bude parziah tapi tetep aja sering ke sana kong kow kongkow. Aku sendiri sering gak ngerti sama mamak. Aku tanya mamak apa boleh pisang ambonnya dimakan . mamak malah balik tanya pisang ambon yang mana? Mamak gak beli pisang. Lha itu dirumah ada pisang ambon besar besar satu sisir. Bagus sekali bentuknya mak. Mamak terlihat kaget dan agak panik. Aku heran kok harus panik.jangan dimakan ! kata mamak. Ayo pulang kita lihat pisangnya.
Jadilah heboh dirumah. Kata mamak gini ” Biasanya orang sini kalo gak suka sama orang lain, main guna guna misalnya kasih makanan supaya kita termakan guna guna tsb.”Jadilah kami semua aku dan abang2ku ketakutan. Bahkan kami yang semula berebut mau makan pisang ambon tsb jadi takut nyentuh pisang itu. Semua gak mau dekat dekat dengan pisang tersebut. Mamak juga takut. Yah sudah telpon bapak kalian. Supaya cepat pulang. Biar kita tanya bapak harus diapakan pisang ini. Aku nelpon bapak dan cerita tentang pisang tsb. Bapak gak mau pulang lebih awal hanya karena pisang. Jadilah kami sekeluarga nunggu dirumah dengan berhati hati sambil semua terdiam memandangi pisang ambon yang elok dan aduhai itu.kata mamak lagi kalo mau ngilangin guna guna yang dikirim orang makanannya harus dilangkahi . jadilah kami kemudian melangkahi pisang ambon tersebut . masing masing melangkahi. Yah namanya juga kami masih anak anak percaya aja. Terus kata kak miah bisa juga dengan cara dilempar dan di tangkap guna guna bisa hilang. Jadilah kemudian pisang yang mulai agak lembam itu seperti bola kasti. Aku lempar ke arah abangku dan dia tangkap. Oh pisang ambon yang bikin heboh. Sampai malam tak satupun dari kami yang mau makan pisang ambon itu. Kami biarin di dapur terconggok.
Pagi pagi aku baru bangun tidur masih agak ngantuk dengar suara istri si tukang ayam. ”Kak Yun........kemarin aku taruh pisang di kursi tamu kakak. Dirumah gak ada orang jadi aku taruh aja disitu . aku baru tebang 2 pohon kemaren . untuk anak anak kakak. Yang satunya aku jual.” oh Got bisa aku bayangkan bagaimana pengorbanan dia untuk memberikan pisang itu. Dia pilihkan yang terbaik untuk diberikan kepada keluargaku. Padahal untuk makan sehari hari keluarga si tukang ayam itu sendiri saja susah sekali.
Aku gak denger suara mamak jawab apa. Yang jelas kami semua langsung lari ke dapur mau lihat pisang yang sudah babak belur itu.
Aku sedih sekali dan agak marah saat itu. Tapi mau marah kemana ? kami semua tanya ke mamak . kenapa sih mak si tukang ayam itu baik banget ke kita. Pake ngasih ngasih pisang segala. Kan dia bisa jual untuk makan anak anaknya sendiri. Mamak agak lama terdiam.
Akhirnya mamak cerita sedikit tentang si tukang ayam. Beberapa tahun yang lalu, anaknya yang pertama itu sakit muntaber. Saat itu wabah muntaber melanda di daerahku. Anak si tukang ayam sudah 4 hari di rumah. Muntah dan mencret. Tidak dibawa ke dokter. Hanya terbaring di atas balai balai bambu di rumahnya . mamak yang saat itu sedang lewat di rumah nya jadi tahu. Dan saat itu mamak lihat anaknya sudah hampir biru kekurangan cairan. Istri si tukang ayam sudah pasrah. Hanya bisa menangis dan menangis. Mereka jug atidak mau memberi tahukan tetangga karena tidak mau merepotkan.mereka merasa sudah terlalu banyak dibantu tetangga. Jadi merasa malu.
Tanpa pikir panjang mamak langsung telpon ambulanz dari pertamina. Dalam waktu setengah jam si anak sudah dirawat di rumah sakit dan diinfus.Sampai si anak sehat dan pulih dalam beberapa hari.
Sampai setahun biaya pengobatan dipotong kan ke gaji bapak. Tapi mamak gak pernah minta dibayar oleh si tukang ayam. Makanya dia selalu ingin membayarnya dengan duren, pisang, dan sebagainya.
Oh kami semua rasanya malu juga nyesal telah memperlakukan pisang yang suci itu dengan semena mena. Rasanya keihklasan dibalas dengan kecurigaan.Tapi mau bagaimana lagi.
Pagi itu , untuk membalasa rasa berdosa kami sarapan dengan pisang ambon bonyok. Kok rasanya enak juga ya mak......
KAK IDA BANG DONGEK
Memori yang aku ingat tentang kak ida dongek adalah ketika dia masih gadis. Saat itu tiap pagi dia datang ke rumah untuk numpang nyuci . Orang orang kampung sini sangat suka numpang nyuci dirumah. Mamak senang sekali kalo ada orang yang numpang nyuci di rumah. Mamak jadi bisa ngobrol ngobrol, yah gosip gosip dikitlah...lagian air kita kan gratis dari pertamina. Semua gratis.
Saat itu aku penasaran. Kak ida kenapa sih kepalanya hari ini ditutupin pake handuk? Kan dah selesai nyucinya. Lantas dia buka kepalanya. Ternyata dia baru mbotakin kepalanya. Lha aku kaget juga. Katanya baru frustasi sama cowok jadi dibotakin. Saat itu aku yah percaya percaya aja. Entah karena frustasi entah karena banyak kutunya. Aku kan gak tau. Jaman dulu kutu kan wabah yang meraja lela. Aku pikir pikir sekarang kalo Cuma ndapetin bang dongek aja pake acara dibotakin gitu kok sepertinya kurang setimpal pengorbanannya.
Kak ida itu cantik loh. Apalagi waktu masih gadis. Tapi sayang setelah kawin dan langsung beranak pinak kok jadi kelihatan tua. Dia selalu terlihat gendong anaknya pake kain panjang. Aku gak ingat lagi tentang kak ida . gak banyak kesan soalnya.
KAK AMAH DAN MAMAKNYA
Kak Amah adalah nama ngetopnya. Aku prediksi nama aslinya ya Amah juga... ha ha ha...karena orang mayye mayye suka mengindonesiakan nama nama arab. Mungkin asal muasalnya dulu dari rahmah lantas dipatenkan dengan bahasa melayu ”Amah”.
Kak Amah agak sedikit prokem. Gak terlalu serius. Orangnya banyak ketawa. Hidupnya dibawa santai. Gak terlalu stress. Dia kalo ngomong selalu diakhir kalimat ada question tag nya. Misalnya: ”Prinsipku biar gak punya uang yang penting masih bisa ketawa, iya nggak kak Yun?.”
Kak Amah lumayan besar badannya. Dia berpakaian selalu pakai rok. Bajunya setiap hari hampir sama. Terbuat dari bahan yersih dan mesti bermotif bunga bunga dengan warna agak kecoklatan atau gelap. Rambutnya lurus panjang lepek. Selalu diikat satu ke belakang. Kak Amah giginya juga ompong. Tapi kalau diperhatikan mestinya dulu kak amah itu cantik. Cuma karena kebanyakan nggoreng pisang aja dia jadi babak belur begitu. Kedai Kak Amah terletak tepat di depan simpang gereja. Di depan kedainya ada bangku dari papan yang tak pernah kosong. Selalu saja ada orang yang duduk di situ untuk ngobrol dengan kak amah atau mamaknya.Pendek kata kedai kak amah base camp informasi seputar tangkahan lagan. Mamak juga paling senang duduk di kedai kak amah. Aku gak ngerti magnet apa yang ada di kedai itu. Kayaknya hampir setiap orang betah berlama lama ngobrol disitu.
Pisang goreng kak amah harganya Rp25. Aku suka gak sabaran kalo nunggu pisang gorengnya. Soalnya dia selalu banyak orderan.Misalnya satpam. Kalo pesen pisang goreng Cuma pake kode sambil lewat ”Mah,...pisgor” . Artinya Mah, aku beli pisang goreng seperti biasa jumlahnya. Kalo sudah begitu aku harus masuk waiting list nya kak amah.
Kak Amah itu kompak sekali dengan mamaknya. Anehnya, mamaknya itu sangat patuh sama kak amah. Dunia kebalik balik ya.... Apa aja kata kak amah dia kerjakan. Kalo di bioskop ada film bagus kak amah nonton sama sama teman sejawatnya. Hal itu berarti mamaknya harus ambil alih bisnis goreng pisang hari itu.
Mamak kak amah selalu pakai kain sarung sebagai pakaian penutup badan bagian bawah. Mukanya selalu seperti orang yang sedang susah. Rambutnya acak acakan gak pernah disisir. Selalu hanya diikat satu kebelakang pake karet sayur. Kain sarung yang dipakai pun kelihatannya hanya itu itu saja.
Aku jarang ngobrol sama kak amah. Namanya juga saat itu aku masih kecil jadi dia belum anggap aku ada. Aku masih dihitung separuh sama dia.
Suami kak amah namanya bang Udin. Mungkin dari Burhanuddin, atau Baharuddin. Kerjanya nelayan. Bang Udin punya perawakan normal. Gak tinggi juga gak pendek. Untuk ukuran nelayan, bang udin gak hitam hitam amat. Matanya sipit agak kayak cina. Kalau malam bang udin melaut, tapi kalau siang bang udin di bengkel tambal bannya. Dia ramah.Seingatku kalo aku kerumah kak amah, bang udin selalu sedang sibuk menjahit jalanya yang bolong.
Kak Amah punya kambing. Kata orang2 jumlah kambing kak Amah banyak. Tapi kalo aku lihat di kandang nya Cuma ada 4 ekor. Kandang kambing kak amah tinggi . Kayak rumah panggung. Banyak sekali dedaunan persiapan makan kambing. Suatu hari aku tanya ke kak amah ”Kak Amah kenapa sih kandangnya dibikin tinggi gitu. ” Terus kak amah bilang supaya kambingnya gak langsung tidur di atas tanah jadi gak masuk angin. Yah aku pikir2 logis juga. Kak amah sering bangga dengan kambing kambingnya. Dia kalo mau pamer pasti nyebutin kambingnya. Yah untuk ukuran jaman dulu di sekitar situ kak amah dipandang lumayan lah.
Kambing kak amah ini sering menjadi pemicu perkelahian antar tetangga di sekitar situ. Maslahnya kambing kak amah ini sering sekali makan daun ubi mak icon, makan daun bunga pak totopoli, pokoknya kambing kak amah ini benar benar nakal luar biasa. ”Asik nak mencaruik sajo karajo ” gitu kata mamak.
Kak amah benar benar berjiwa enterpreuner. Dia tahu betul bahwa pedagang harus ramah. Dia itu ramah sekali sama siapa saja. Semua orang sepertinya kenal dengan kak amah. Hal ini didukung oleh letak kedainya yang strategis...simpang gereja. Lagi pula saat itu yang jualan pisang goreng Cuma kak amah sendiri. Di tahun tahun terakhir kak amah punya saingan. Si Janda Butet Bayek atau Yatim aku lupa extensionnya.Dia buka kios pisang goreng di simpang puraka IV di samping kedai kak piah.
Oh ya selain jualan pisang goreng kedai kak amah juga sama dengan kedai pak icon. Kedai sayur. Barang dagangan kak amah lebih lengkap dari pak icon. Selain itu kak amah juga buka bengkel tambal ban. Liget juga dia cari duit.
Masalah yang kurang enak sama kak amah adalah di timbangan. Kata mamak timbangan mereka kurang bagus. Sekilo gula pasir di kak amah, berarti sekilo kali koefisien tertentu. Paling gula pasirnya Cuma 9 ons. Lumayan .....pikir kak amah.Pebisnis sejati dia.
Kak amah punya anak perempuan sebaya aku. namanya kalo aku gak salah dewi. Dewi ini juga matanya agak sipit. Gak hitam juga gak putih. Rambutnya pirang agak berminyak. Atau lebih jelasnya rambutnya kusam.
BUTET TIAR
Satu hal yang paling aku ingat mengenai keluarga ini .... kesebelasan! Anaknya 12 orang.Mulanya aku sering komplain sama abangku kenapa dibilang kesebelasan. Bukannya mereka itu dua belas. Kata abangku mereka pantas bisa bikin kesebelasan sepak bola yang satu sisanya jadi wasit........
NEK AKIM
Aku harap sekarang nek akim masih hidup. Karena waktu aku masih kecil dia sudah tua.
Rumah nek akim benar benar rumah bertipe melayu. Oh gott aku rindu suasana di tempat aku dilahirkan. Gibst du mich noch mal di Gelegenheit um meine Geborenland zu sehen?
Kami panggil akim karena nama suaminya akim. Mungkin berasal dari nama Abdul Hakim atau Wakim atau Sarkim, atau... ah entahlah aku pun gak tau.Aku jarang sekali bertemu dengan suami nek akim. Seingatku suaminya itu sangat gemuk. Perutnya besar. Mukanya bundar ada brewoknya. Di tiap selah giginya berwarna hitam. Tampangnya tidak setua nek akim. Mungkin dia memang lebih muda atau mungkin juga tidak.Seingatku juga dia ramah sama anak anak.
Kedai wak akim (kadang kami panggil wak akim kepada suami nek akim) berada tepat di depan rumah bude par (parziah), sekaligus sebagai tempat tinggal, sama seperti kedai mak icon. Cuma kedai wak akim gak seperti gerbong kereta, melainkan seperti lokomotifnya... ha ha ha..
Terbuat dari papan, dibuat dengan elevasi yang berbeda antara ruangan satu dengan ruangan lainnya. Walaupun kedai wak akim juga menjual sayur, namun kami anak anak kecil disana taunya bahwa kedai nek akim adalah kedai jajanan anak anak. Semua permainan, permen, lottere, guli, kuaci, asam glugur, bon bon telor cicak, kerupuk warna warni yang ada bedaknya itu, manisan mangga, kedondong, balon, sagon, amami, alen-alen, keripik pedas,tape,semua ada di kedai nek akim. Mungkin Cuma bir yang gak ada disana.
Aku selalu jajan di kedai nek akim. Aku sering beli amami, sagon, manisan asam glugur yang berwarna merah itu, dan keripik pedas.
Kalo mamak punya pandangan berbeda dengan kedai nek akim. Mamak suka emosi sama barang barang nek akim. ”semua yang busuk busuk masih aja dijual!” begitu selalu kata mamak. Memang betul juga mamak. Nek akim punya semua yang busuk, ikan asin busuk, asam kandis busuk, ubi kayu busuk,ubi rambat busuk, bengkoang busuk,cabe busuk,tepung busuk, jagung busuk, pokoknya semua berakhiran busuk.Bahkan suatu hari aku pernah beli ikan dencis kaleng yang sudah kadaluwarsa. Aku juga heran kok bude parziah sukanya belanja di tempat nek akim .
Satu hal yang kurang enak kalo belanja di nek akim, kita harus ngecek uang kembalian secara teliti dan cermat. Dan harus saat itu juga diperiksa. Masalahnya nek akim selalu „bermain“ di uang kembalian. Misalnya kalo uang kita seribu, dia selalu salah lihat dan menganggap bahwa duit kita Cuma lima ratus, maka kembalian selalu berdasarkan anggapan dia....Si Apel abangku yang paling banyak punya pengalaman pahit dengan nek akim ini. Kalo mamak suruh apel beli tepung jagung di nek akim selalu punya masalah dengan uang kembalian.. payah.
Kelemahan lainnya dari nek akim ini adalah kalau ngasih kembalian gak pernah komplit. Selalu kurang. Memang tidak banyak. Hanya Rp 25 rupiah. Atau Rp50. Tapi ini merupakan taktik pedagang. Lumayan pikir dia. Mungkin begitu. dia selalu bilang gak punya uang kecil untuk kembalian. „Ambil besok aja ya kembaliannya“ gitu katanya. Tapi jangan berharap bisa dengan mudah kita datang keesokan harinya untuk minta duit. Mamak selalu bilang kalo belanja dengan nek akim harus disiasati. Kalo kembaliannya kurang minta diganti dengan korek api atau apa saja seharga itu. Tapi lagi lagi ini merupakan keuntungan buat taktik nek akim... cerdas banget nek akim itu.
KAK PIAH
ELI KAYUNG
TETANGGA TETANGGA JAMAN DULU
URUTAN DARI ARAH SIMPANG GEREJA......:
- OM THOMAS (MENINGGAL SAAT MASIH DISANA), ANAK ANAKNYA :
- DANCE
- NITA (kurang lebih setahun diatasku)
- KLARA (sebaya aku)
Kenangan : Aku selalu main sama klara dan nita. Di depan rumah mereka dulu ada pohon nipah. Daunnya yang besar dan pelepahnya sering jatuh dan kami jadikan mainan. Bergantian salah satu dari kami duduk diatas pelepahnya dan yang lain menarik daunnya sampe capek......yah kayak main mobil mobilan ...
Kami selalu bercerita tentang liliput. Klara selalu cerita bahwa di Pangkalan Susu (nama desa) ada suatu hutan yang dihuni liliput. Saat itu aku sangat percaya dan ingin sekali ke sana. Kami benar benar terobsesi dengan liliput. Kami sering berangan angan ingin ketemu liliput.
Kami sering sama sama mendengar cerita cerita dongeng dari kaset. Waktu itu klara punya kaset cerita ibu tiri. Walaupun kami sudah mendengarnya berkali kali tetap saja setiap kali mendengarnya kami nangis sama sama.....
- SIREGAR (Setelah Om Thomas), ANAK ANAKNYA :
- Andi
- Tuti
- David (temanku)
- Yudi
- Perempuan sebaya dewi.... (siapa yah namanya aku lupa)
Kenangan : (paling banyak kenangan sama david, kak tutik...) Wo bist du jetzt david????? Ich vermisse dich... ich bin neugerig.....Suatu hari aku ditraktir david jajan di kedai nek akim. „Ta , kita bisa jajan sepuasnya . aku punya banyak duit.Dua ribu“ Gitu katanya.Kami jajan sepuasnya. Beli es, bikin rujak, beli kerupuk dimakan pake bumbu rujak. Pokoknya benar benar senang kami. Puas jajan.
Beberapa jam setelah itu david datang ke rumahku sambil ngos ngosan.“Ada apa Pid“ tanyaku.Kulihat dia agak terengah engah. Seperti baru dikejar anjing. „Aku barusan dilempar pake kursi sama ayahku“ katanya sambil sesekali melihat ke arah rumahnya untuk memastikan. Aku malah nanya „Terus kau kena nggak?“. „Enggak , aku ngelak. Terus lari kesini. Mampus situ ..... kursinya patah.“
„Memangnya kenapa kok ayah kau marah marah?“ tanya ku. „Dia tau kalo aku yang ngambil duitnya dua ribu !“ jawabnya enteng.Nyesel juga aku makan duit curian . Gak tau sih....
- OM GARA DAN TANTE MEGA, ANAK NYA CUMA SATU
- Stefanus Topan (Kami biasa panggil dia Tepan).
- RUKIJAN, (Sebelum bule karsiti), ANAK ANAKNYA :
- Rudi
- Yanti
- Yani (sebaya aku)
- Yuli
- SUBANDI DAN KARSITI, ANAK ANAKNYA :
- EKSAN
- BUDI
- PIPIT (GREGOSINA SAVITRI)
- ANAK LAKI LAKI ..AKU LUPA, (Andi kali)
- MBAK PINIK (ponakan karsitik sekaligus pembantunya)
- BU RANTO ( sebelum kak mumun), ANAK ANAK NYA BANYAK SEKALI AKU GAK INGAT KARENA WAKTU AKU MASIH UMUR 4 TAHUN MEREKA SUDAH PINDAH KE JAKARTA
- KAK MUMUN
- BANG MAEL , Istri pertama orang padang punya anak namanya Eva. Cantik. Istri kedua orang sunda .....cantik juga.
- KAK MIAH, ANAK ANAK NYA :
- No 1 .Bang Lilik , meninggal kecelakaan
- Peot
- Pi’i alias Pe’lang
- Yuli alias Penyol
- Yanti alias Bebek
- Yana alias Monyet
- Manto alias Mantohek
- KASMINIK, ANAK ANAK NYA :
- Yanti...(setahun di atasku)
- Rusdi (sebaya aku)....
- TANTE LOCE, ANAK ANAKNYA :
- Yance
- Bucek (yang kecil, hitam, rambutnya keriting)
- OM .... (BAPAKNYA NONA) ANAK ANAKNYA:
- Bang .Charles...
- Mexireinhardt (sebaya ijal kalo gak salah dah meninggal sekarang)
- Nona ( temenku )
- BANG BAKAR KAK UMIK KALSUM, ANAK ANAKNYA :
- Aman
- Ipah (saripah)
- Faisal (paling bandel)
- Inal (sebayaku)
- SIAPA NAMANYA YA LIN???? YANG ANAKNYA SEBAYA KAU. ORANG AMBON JUGA....anaknya namanya yuli dan katrin
- OM AKIYAT PARZIAH.........(TETANGGA BEBUYUTAN, BENCHMARKING MAMAK DALAM SEGALA HAL)
- Antok
- Nunung
- Aisyah (Isah)
- Mala (komala sari)
- Si kembar Ari dan Arno
- Didit
- Awan (Agung setiawan)
- OM HAREFA, ANAKNYA:
- Martha (sebaya aku)
- Perempuan
- Laki laki
